Tampilkan postingan dengan label food packaging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label food packaging. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2018

Kemasan Makanan Martabak


Martabak adalah merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi terutama di wilayah Hijaz, Yaman, Malaysia, Singapura, Brunei dan negara kita sendiri yaitu Indonesia. Nama asli martabak ini adalah Hok Lo Pan nama tersebut diciptakan oleh orang-orang Hakka (Khek) Bangka yang berarti kue-nya orang Hok Lo. Di Indonesia ada dua varian jenis martabak yaitu martabak asin atau biasa dikenal dengan martabak telur yang terbuat dari campuran telur dan daging biasanya ditambah dengan daun bawang yang dicincang halus. Sedangkan martabak manis yang biasanya dikenal dengan “kue terang bulan”. Martabak manis ini memiliki banyak sekali varian topping untuk menghiasi bagian atasnya. Ada varian kacang, keju, cokelat, strawberry, red velvet¸ greentea, pisang, blueberry, dan beragam macam lainnya. Martabak manis ini mempunyai nama khas disetiap kota yang ada di Indonesia selain tadi disebut kue terang bulan menurut warga kota Bandung, lain halnya sebutan di kota Pontianak martabak manis ini biasa dikenal dengan “Apam Pinang”, kalau dibagian timur hampir sama dengan kota Bandung hanya ada kata yang dihilangkan kalau dibagian timur mereka sebut dengan “Kue Bulan”.

Banyak pengusaha yang tertarik untuk terjun di bisnis kuliner martabak ini. Kenapa? Karena menurut kalangan anak muda saat ini martabak adalah salah satu makanan yang hits dan kekinian banget. Selain rasanya yang enak dan gurih untuk martabak telurnya sedangkan untuk martabak manis memiliki banyak varian yang membuat lidah selalu ingin bergoyang saat memakannya membuat ketagihan. Para pengusaha kuliner martabak ini juga memanfaatkan kemasan makanan martabaknya untuk menarik calon pelanggannya untuk semakin banyak membelinya. Para pengusaha ini mendesain semenarik mungkin agar packaging makanan martabak ini dapat dengan mudah dibawa pulang orang para pelanggan dan tidak merusak tekstur dari martabak itu sendiri.

Bagi anda para pengusaha kuliner, pemilik restoran dan jenis usaha makanan lainnya, kami perkenalkan salah satu produk kemasan makanan terbaik, kemasan makanan murah, kemasan makanan yang aman, dapat di desain kemasan makanan sesuai dengan keinginan dan kemasan makanan yang ramah lingkungan yaitu Kemasan makanan greenpack, Kemasan makanan greenpack merupakan produk cetak kemasan makanan, packaging makanan, box makanan food grade, kemasan makanan kuah, packaging makanan anti bocor dengan kualitas terbaik dan bahan import dari luar negeri sehingga sangat aman, memenuhi standard Indonesia. Kemasan makanan food grade yang dibuat dari virgin pulp. Kemasan makanan eklusif dengan beragam keunggulan diantaranya menggunakan food grade paperkemasan makanan anti panas dan kemasan makanan anti minyak, kemasan makanan yang dapat digunakan didalam microwavekemasan makanan yang dapat dimasukan kedalam lemari es, kemasan makanan yang mudah dalam penggunaan, kemasan makanan yang dapat didaur ulang, kemasan makanan yang ramah lingkungan.

Senin, 09 April 2018

Kemasan Makanan Kekinian


Pada saat ini banyak sekali para pengusaha muda yang beramai-ramai terjun ke usaha kuliner yang “katanya” lebih cepat untuk meraup pundi-pundi keuntungan. Dan yang pasti harus ada hal unik yang harus bisa menjadi iconic atau ciri khas dari setiap usaha kuliner yang dijalankan. Kalau kata generasi milenial sih “kekinian atau ter-uptodate”. Salah satu caranya adalah membuat kemasan makanan atau packaging makanan dengan desain yang elegan, simple dan iconic sehingga dapat menarik lebih banyak pelanggan untuk membeli makanan yang kita jual.
Setelah kita membuat kemasan makanankita dapat memanfaatkan media sosial yang saat ini sangat mempengaruhi sebagai media promosi yang mendunia. Kita bisa memposting foto-foto makanan dengan packaging makanan yang kekinian. Dan membagikan kesemua media sosial yang kita punya.
www.greenpack.co.id

Bagi anda para pengusaha kuliner, pemilik restoran dan jenis usaha makanan lainnya, kami perkenalkan salah satu produk kemasan makanan terbaik, kemasan makanan murah, kemasan makanan yang aman, dapat di desain kemasan makanan sesuai dengan keinginan dan kemasan makanan yang ramah lingkungan yaitu Kemasan makanan greenpack, Kemasan makanan greenpack merupakan produk cetak kemasan makanan, packaging makanan, box makanan food grade, kemasan makanan kuah, packaging makanan anti bocor dengan kualitas terbaik dan bahan import dari luar negeri sehingga sangat aman, memenuhi standard Indonesia. Kemasan makanan food grade yang dibuat dari virgin pulp. Kemasan makanan eklusif dengan beragam keunggulan diantaranya menggunakan food grade paperkemasan makanan anti panas dan kemasan makanan anti minyak, kemasan makanan yang dapat digunakan didalam microwavekemasan makanan yang dapat dimasukan kedalam lemari es, kemasan makanan yang mudah dalam penggunaan, kemasan makanan yang dapat didaur ulang, kemasan makanan yang ramah lingkungan.

Senin, 26 Maret 2018

Peduli Lingkungan


Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Namun bagaimanakah pemenuhan kewajiban tersebut dapat dilaksanakan secara benar. Jika setiap orang hanya bisa menumpuk sampah yang kemudian dikumpulkan ditempat pembuangan akhir, tanpa berfikir bagaimana memproses tumpukan sampah itu. Meski sudah banyak gerakan masyarakat dalam hal pengelolan sampah, namun jumlahnya belum sepadan jika dibandingkan dengan produksi sampah yang cenderung terus meningkat.

Di tempat penampungan sampah, sampah-sampah ini disortasi. Sortasi sampah merupakan bagian yang cukup rumit. Banyak makan waktu dan tenaga, karena itu sebaiknya warga memisahkan sampah organik dan non organik sejak dari rumah-rumah, seperti misalnya kemasan makanan dari styrofoam dipisahkan menjadi barang non-orgnaik, dan sisa-sisa makanan dimasukan ke dalam sampah kategori organik. Hal ini perlu penyadaran yang terus menerus, mungkin perlu waktu lama tetapi harus dimulai sejak dari sekarang. Mungkin sebagai perangsang bisa dengan memberikan reward bagi warga yang mau memisahkan sampahnya. Rewardnya tidak perlu mahal-mahal, misalnya warga yang mau memisahkan sampahnya diberi hadiah tanaman hias atau tanaman-tanaman yang lain.

Sebenarnya apabila dikelola dengan benar, sampah bukan lagi masalah. Sebaliknya sampah dapat digali nilai ekonomisnya, dapat menampung tenaga kerja tidak terdidik, dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan masyarakat lainnya, sambil mengelola lingkungan secara lebih baik. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mensosialisasikan pengelolaan sampah yang benar kepada masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan. Kegiatan sosialisasi tersebut bisa diberikan dalam acara PKK, rembug desa atau semacamnya.

Bagi anda para pengusaha kuliner, pemilik restoran dan jenis usaha makanan lainnya, kami perkenalkan salah satu produk kemasan makanan terbaik, kemasan makanan murah, kemasan makanan yang aman, dapat di desain kemasan makanan sesuai dengan keinginan dan kemasan makanan yang ramah lingkungan yaitu Kemasan makanan greenpack, Kemasan makanan greenpack merupakan produk cetak kemasan makanan, packaging makanan, box makanan food grade, kemasan makanan kuah, packaging makanan anti bocor dengan kualitas terbaik dan bahan import dari luar negeri sehingga sangat aman, memenuhi standard Indonesia. Kemasan makanan food grade yang dibuat dari virgin pulp. Kemasan makanan eklusif dengan beragam keunggulan diantaranya menggunakan food grade paperkemasan makanan anti panas dan kemasan makanan anti minyak, kemasan makanan yang dapat digunakan didalam microwavekemasan makanan yang dapat dimasukan kedalam lemari es, kemasan makanan yang mudah dalam penggunaan, kemasan makanan yang dapat didaur ulang, kemasan makanan yang ramah lingkungan

Senin, 25 September 2017

Good Bye Sampah Plastik !!!

Plastik adalah salah satu penemuan manusia yang paling berguna, namun juga paling memusingkan. Berguna karena fleksibel dan antiair sehingga bisa digunakan untuk banyak keperluan manusia. Memusingkan karena sulit untuk diuraikan, termasuk oleh bakteri, sehingga sampah plastik selalu menjadi masalah.
Namun sepertinya solusi untuk menaggulangi masalah sampah plastik tersebut menemukan jalan terang. Baru-baru ini, seperti dikabarkan ScienceAlert, Kamis (10/3/2016), sejumlah ilmuwan dari Universitas Kyoto, Jepang, telah berhasil menemukan jenis mikroba pemakan plastik.
Setelah lima tahun meneliti 250 sampel sampah, mereka berhasil mengisolasi bakteri yang bisa hidup dengan mencerna polietilena tereftalat (PET), resin polimer plastik yang umum digunakan sebagai botol dan bahan pakaian. Mereka menamai spesies baru bakteri itu Ideonella sakaiensis. Sakai adalah nama kota di Jepang tempat bakteri tersebut ditemukan.
Dikutip Ubergizmo (10/3), Shosuke Yoshida, ahli mikrobiologi Kyoto University, menyatakan selain memakan plastik, bakteri ini juga bisa membuat tubuh mereka dari PET.
Plastik pada intinya adalah polimer, rantai atom panjang yang dibentuk oleh molekul identik yang disebut monomer. Sebagian besar plastik terbuat dari monomer karbon. Secara teoretis sebenarnya karbon adalah sumber makanan mikroorganisme.
Akan tetapi, tidak seperti polimer alami, plastik secara umum tidak bisa dicerna oleh makhluk hidup. Hal itu, menurut The Conversation karena plastik baru ada pada 70 tahun terakhir sehingga mikroorganisme yang ada di dunia saat ini belum memiliki cukup waktu untuk berevolusi membangun perangkat biokimia guna memanfaatkan plastik menjadi sumber energi dan makanan.
Hingga akhirnya Ideonella sakaiensis ditemukan.
PET sebenarnya bisa dihidrolisis secara kimiawi untuk kembali terurai menjadi monomer pembentuknya, tetapi proses ini lambat serta membutuhkan panas dan tekanan yang tinggi.
Kemudian, pada September 2014, para peneliti Yale University memang berhasil menemukan fungi yang bisa mengurai PET, tetapi proses pengembangbiakkan fungi tersebut terbukti sulit dilakukan.
Ideonella sakaiensis jelas jauh lebih efisien. Ia bisa memakan polimer pada suhu relatif rendah, 30 derajat Celsius, dan sebagai mikrob tentu lebih mudah dikembangbiakkan.
Dalam penelitian tersebut, menurut Science Alert, tim peneliti hanya meninggalkan PET dalam wadah berisi air hangat dan memasukkan bakteri serta beberapa bahan nutrisi lainnya. Beberapa pekan kemudian plastik itupun lenyap.
Tim Kyoto University, dipaparkan Scientific American menemukan bahwa I. sakaiensis menggunakan sebuah enzim, yang mereka sebut PETase, untuk mengurai plastik menjadi mono(2-hydroxyethyl) terephthalic acid, atau MHET. Enzim lainnya, dinamai MHETase, menghidrolisis MHET menjadi monomer terephthalic acid dan ethylene glycol.
Para ilmuwan itu berhasil mengidentifikasi gen dalam DNA bakteri yang menjadi sumber enzim pencerna PET tersebut. Dengan demikian mereka bisa memanufaktur lebih banyak enzim untuk kemudian mendemonstrasikan bahwa PET bisa dicerna hanya menggunakan enzim tersebut.
Jika enzim itu benar-benar bisa mengurai PET menjadi monomer pembentuknya, kemungkinan untuk daur ulang sampah plastik secara sempurna menjadi terbuka.
Selama ini daur ulang plastik tidak dilakukan dengan mendegradasinya kembali ke bentuk dasar, tetapi hanya mencairkannya lalu mengubahnya menjadi produk plastik lain. Sementara perusahaan-perusahaan pengepakan lebih memilih plastik baru untuk mengemas produk mereka. Plastik baru itu dibuat dari bahan kimia berbasis minyak.
Enzim pengurai PET ini bisa menghancurkan plastik kembali ke bentuk kimia dasarnya untuk kemudian dibuat menjadi plastik baru. Ini akan menjadi proses daur ulang yang sempurna.
"Hal ini bisa menghemat banyak saat memproduksi polimer baru kerena tidak perlu lagi material awal yang berbasis minyak," kata Uwe T. Bornscheuer, ahli katalis enzim University of Greifswald, dinukil Scientific American.
Saat ini tim Kyoto University masih terus mengembangkan temuan mereka, terutama agar enzim tersebut bisa bekerja lebih cepat --saat ini butuh waktu 6 minggu untuk mengurai botol plastik-- sehingga akan ekonomis dalam skala industri.
Penemuan Ideonella sakaiensis itu tentunya akan menjadi kabar gembira bagi dunia, termasuk Indonesia, yang semakin dipenuhi sampah plastik ini.
Menurut Mark Loch, peneliti dari University of Hull, saat ini manusia menghasilkan 300 juta ton sampah plastik setiap tahunnya.
World Economic Forum (WEF) bahkan memperingatkan bahwa hampir sepertiga plastik di dunia lolos dari program daur ulang dan menjadi sampah di alam bebas atau menyumbat infrastruktur dan biasanya berakhir di lautan. Jika hal itu tidak segera ditanggulangi, WEF memprediksikan pada tahun 2050 jumlah sampah di lautan akan lebih banyak daripada jumlah ikanIndonesia bahkan berada di peringkat kedua di dunia sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut terbanyak setelah Tiongkok.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan plastik hasil dari 100 toko anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.
Jumlah itu setara dengan area seluas 65,7 hektare atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola. Padahal, KLHK menargetkan pengurangan sampah plastik lebih dari 1,9 juta ton hingga 2019.
Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan plastik, pemerintah Indonesia menerapkan peraturan agar pembeli barang di supermarket dan minimarket membayar Rp200 jika ingin menggunakan kantong plastik, alias tas kresek.
Jadi, Indonesia dan dunia pasti sangat menantikan perkembangan penelitian Ideonella sakaiensis ini.
Bagi anda para pengusaha kuliner, pemilik restoran dan jenis usaha makanan lainnya, kami perkenalkan salah satu produk kemasan makanan terbaik, kemasan makanan murah, kemasan makanan yang aman, dapat di desain kemasan makanan sesuai dengan keinginan dan kemasan makanan yang ramah lingkungan yaitu Kemasan makanan greenpack, Kemasan makanan greenpack merupakan produk cetak kemasan makanan, packaging makanan, box makanan food grade, kemasan makanan kuah, packaging makanan anti bocor dengan kualitas terbaik dan bahan import dari luar negeri sehingga sangat aman, memenuhi standard Indonesia. Kemasan makanan food grade yang dibuat dari virgin pulp. Kemasan makanan eklusif dengan beragam keunggulan diantaranya menggunakan food grade paperkemasan makanan anti panas dan kemasan makanan anti minyak, kemasan makanan yang dapat digunakan didalam microwavekemasan makanan yang dapat dimasukan kedalam lemari es, kemasan makanan yang mudah dalam penggunaan, kemasan makanan yang dapat didaur ulang, kemasan makanan yang ramah lingkungan.